alasan lele sering terserang jamur
Blog

Alasan Lele Sering Terserang Jamur di Kolam

Alasan lele sering terserang jamur di kolam perlu dipahami oleh setiap pembudidaya agar kerugian dapat dicegah sejak dini. Dalam praktik budidaya, penyakit jamur termasuk masalah paling umum karena penyebarannya cepat dan berisiko menyebabkan kematian ikan. Umumnya, jamur mulai menyerang ketika kondisi kolam tidak stabil dan daya tahan tubuh lele menurun.

Secara visual, jamur pada lele tampak sebagai bercak putih menyerupai kapas yang menempel di kulit, sirip, atau bagian kepala. Selain itu, ikan yang terserang jamur sering berenang lambat, lebih banyak diam di dasar kolam, dan mengalami penurunan nafsu makan. Jika kondisi ini diabaikan, infeksi jamur dapat menyebar ke ikan lain dan menurunkan hasil panen secara signifikan.

Kualitas Air Kolam yang Buruk

Salah satu alasan utama lele sering terserang jamur di kolam adalah kualitas air yang tidak terjaga. Air kolam yang jarang diganti akan menumpuk sisa pakan, kotoran ikan, serta bahan organik lain. Akibatnya, kondisi tersebut menciptakan lingkungan yang sangat ideal bagi jamur untuk berkembang biak.

Selain keruh dan berbau, air kolam yang kotor juga menurunkan kadar oksigen terlarut. Ketika oksigen berkurang, lele mengalami stres dan daya tahan tubuhnya melemah. Oleh karena itu, jamur akan lebih mudah menyerang tubuh ikan.

Kepadatan Kolam Terlalu Tinggi

Dalam upaya meningkatkan produksi, banyak pembudidaya mengisi kolam dengan jumlah lele yang berlebihan. Namun, kepadatan kolam yang terlalu tinggi justru meningkatkan risiko penyakit jamur.

Pada kondisi ini, lele sering saling bergesekan saat berenang. Gesekan tersebut menimbulkan luka kecil pada kulit ikan. Selanjutnya, jamur memanfaatkan luka tersebut sebagai pintu masuk untuk menginfeksi tubuh lele.

Luka pada Tubuh Lele

Selain kepadatan kolam, luka pada tubuh lele juga menjadi faktor penting penyebab serangan jamur. Luka dapat muncul akibat penanganan yang kasar, proses pemindahan ikan tanpa kehati-hatian, atau gesekan antar ikan di kolam padat.

Jika luka tidak segera sembuh, jamur akan mudah menempel dan berkembang di area tersebut. Oleh sebab itu, pembudidaya perlu memperlakukan lele dengan hati-hati serta meminimalkan stres selama proses budidaya.

Perubahan Suhu dan pH Air yang Mendadak

Selain faktor fisik, perubahan suhu dan pH air secara tiba-tiba juga menjadi alasan lele sering terserang jamur di kolam. Misalnya, pergantian air dalam jumlah besar tanpa penyesuaian suhu dapat memicu stres pada ikan.

Stres yang berlangsung lama akan menurunkan sistem kekebalan tubuh lele. Akibatnya, jamur lebih mudah berkembang dan menyerang ikan yang kondisinya tidak optimal.

Pemberian Pakan yang Tidak Tepat

Kesalahan dalam pemberian pakan sering kali memicu munculnya jamur pada lele. Pakan yang diberikan secara berlebihan akan mengendap di dasar kolam dan membusuk. Selanjutnya, sisa pakan tersebut menjadi sumber nutrisi bagi jamur dan mikroorganisme berbahaya.

Di sisi lain, pakan dengan kualitas rendah juga tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisi lele. Akibatnya, daya tahan tubuh ikan menurun dan membuatnya lebih rentan terhadap serangan jamur.

Manajemen Kolam yang Kurang Baik

Manajemen kolam yang buruk turut memperbesar risiko penyakit jamur. Kolam yang jarang dibersihkan, sistem aerasi yang tidak optimal, serta sirkulasi air yang buruk akan mempercepat pertumbuhan jamur.

Untuk itu, pembudidaya perlu melakukan perawatan kolam secara rutin, seperti membersihkan dasar kolam, mengontrol kualitas air, dan memastikan aerasi berjalan dengan baik agar lele tetap sehat.

Cara Mencegah Lele Terserang Jamur di Kolam

Untuk mencegah lele terserang jamur di kolam, pembudidaya perlu menjaga kualitas air tetap stabil, mengatur kepadatan kolam sesuai kapasitas, dan memberikan pakan dengan takaran yang tepat. Selain itu, dengan mengetahui penyebab lele jamuran dapat membantu menjaga kesehatan lele secara efektif.

Kesimpulan

Secara umum, lele mudah terserang jamur jika kualitas air buruk, kepadatan kolam terlalu tinggi, luka pada tubuh ikan tidak ditangani, atau manajemen kolam kurang optimal. Dengan memahami penyebab ini, pembudidaya bisa melakukan langkah pencegahan lebih awal dan menjaga lele tetap sehat serta kolam tetap produktif.

Untuk informasi dan tips lainnya, kunjungi bisnishakam.com sebagai sumber terpercaya.